Recent Updates Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • fitri.adrianti10 1:59 am on 16 September 2010 Permalink | Reply  

    ceritaa 2… 

    CERITA INSPIRASI

    BERDASARKAN

    PENGALAMAN ORANG LAIN

    Saya akan menceritakan mengenai perjalanan hidup keluarga saya yang berubah karena kegighan ayah saya.

    Ayah saya hanyalah seorang yang memiliki kehidupan yang biasa namun cukup pintar. Saat sekolah dasar, dia selalu mendapatkan juara satu di kelasnya, begitupun saat sekolah menengah pertama. Meskipun harus belajar sembari berdagang bersama orang tuanya, beliau tidak pernah mengeluh. Bahkan baju sekolah yang lusuhpun masih beliau pakai untuk pergi ke sekolah. Beliau berusaha tetap tegar, walau terkadang rasa malu sering datang dikarenakan teman-temannya yang berpakaian bagus. Mungkin bisa dibilang beliau lah orang yang paling kurang mampu di kelasnya. Datang ke sekolah dengan baju yang kumuh, sepatu yang rusak, dan masih harus membawa barang dagangan untuk di jual di skolah.

    Sayangnya, ketika beliau beranjak naik ke kelas 2. Orang tua beliau memutuskan untuk memberhentikan sekolah beliau. Akhirnya beliau mengisi hari-hari  nya dengan berjualan, beliau juga sempat bekerja di pabrik tahu bersama ayahnya. Kegiatan itu terus berlanjut sampai beliau beranjak dewasa. Sedangkan setelah menikah beliau membuka sebuah toko kelontongan di pasar dan kami hidup dari hasil dagang itu,.

    Sampai suatu saat beliau bertemu dengan seseorang yang mengajak beliau untuk merantau ke Pulau Kalimantan membuat usaha rumah makan. Usia beliau pada saat itu adalah 55 tahun. Beliau sama sekali tidak memikirkan usianya yang sudah cukup tua, yang ada di  pikirannya hanyalah ingin memajukan keluarga.

    Dengan modal keberanian dan kepercayaan, beliau berangkat ke Kalimantan Timur. Sayang sekali, ternyata disana beliau di terlantarkan. Dari situlah timbul semangat untuk bangkit kembali. Selama 8 bulan beliau tidak pulang. Dengan modal kemampuan yang beliau dapatkan dari semasa kecil, beliau membangun sebuah rumah makan dan pabrik tahu sendiri.  Selama masa pembuatan rumah makan tersebut beliau mengorbankan segalanya. Rela tinggal di gubuk yang kecil dan kumuh karena sudah ditinggal pemiliknya, mandi di sungai yang airnya kotor, mencuci baju sendiri. Semuanya beliau rela lakukan. Kamipun mendukung apa yang sudah beliau perjuangkan selama itu. Kami menjual toko kelontongan yang kami, menjual perhiasan. Semuanya sudah kami jual, kecuali rumah. Kami tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada kehidupan kami selanjutnya apabila rumah makan yang ayah kami bangun itu tidak maju.

    Beliau berencana membuka rumah makan itu pada saat liburan setelah lebaran. Maka dari itu, kami sekeluarga pergi ke Kalimantan untuk menyusul beliau. Pada saat itu kami benar-benar sedang sulit, bahkan kami tidak mampu menggaji banyak orang untuk jadi pelayan. Akhirnya kami sekeluarga lah yang menjadi pelayannya. Syukur alhamdulillah apa yang tidak kami inginkan tidak terjadi. Rumah makan itu terus berkembang dan setelah 5 tahun beliau sudah bisa membuka beberapa cabang di beberapa provinsi seperti Kalsel dan Kepri . Rumah makan itu kami beri nama Rumah Makan Tahu Sumedang.

    Kami benar-benar bangga memiliki beliau. Di saat orang seusianya mulai tidak mampu melakukan sesuatu yang besar, tetapi beliau masih tetap berusaha bangkit dan berjuang demi memajukan keluarganya. Kesimpulannya, hal yang tidak mungkin terjadi dapat saja terjadi apabila kita memiliki keinginan yang kuat untuk mewujudkannya.!!!

     
  • fitri.adrianti10 1:57 am on 16 September 2010 Permalink | Reply  

    Cerita Inspirasiiiii… 

    CERITA INSPIRASI

    BERDASARKAN

    PENGALAMAN PRIBADI

    Perkenalkan, nama saya Fitri Adrianti. Saya akan berbagi cerita mengenai kehidupan yang saya alami. Saya adalah termasuk orang yang tidak terlalu aktif di kelas. Saat sekolah dasar saya sering masuk dalam peringkat lima besar. Lumayanlah untuk ukuran anak yang tidak pernah rajin belajar. Ceritanya dimulai ketika saya duduk di kelas 6 SD akhir, saya mulai kebingungan untuk memilih SMP. Saya sempat menangis karena takut salah memilih. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih SMP N 3, karena saya yakin sekali saya pasti bisa lolos. Namun di lain pihak, kakak saya tetap memksa saya untuk masuk sekolah favorit, SMP N 1, disitu saya merasa ragu. Saya menangis pada orang tua dan meminta mereka agar tidak menyetujui keinginan kakak. Dengan bijak mereka berkata bahwa semuanya terserah kepada saya, dan saya pun memutuskan untuk mendaftar di sekolah yang saya pilih sejak awal. Namun, tiba-tiba kakak saya menelpon, ia memarahi saya, memaksa saya untuk tetap memilih sekolah favorit itu. Akhirnya saya menyetujui untuk ikut ujian masuk tapi dengan syarat, ibu saya harus menemani saya selama ujian berlangsung.

    Setelah mengikuti ujian, hari yang ditunggupun datang. Ternyata saya lolos. Seharusnya sejak awal saya lebih percaya diri dan berani mengambil resiko. Saya merasa sangat senang sekali dan berterima kasih terhadap kakak saya. Untung waktu itu saya mengikuti saran kakak saya, karena alhamdulillah saya masuk ke kelas Akselerasi sehingga saya dapat mempercepat masa pendidikan saya satu tahun. Tidak hanya itu, saya juga lulus dengan nilai UN yang memuaskan dan juga bisa masuk ke SMA favorit. Keberuntungan saya tidak sampai disitu saja, ketika SMA saya masuk ke kelas Standar Internasional. Saya sangat besyukur sekali, kalau saja waktu itu saya egois dan tetap memilh SMP N 3. Mungkin saya tidak akan merasakan rasanya masuk kelas akselerasi, masuk SMA favorit, terlebih mendapatkan kelas standar internasional.

    Sayangnya ketika kelas 1 SMA sampai beranjak ke kelas 2 semester 2 cara belajar saya masih sama seperti waktu sekolah dasar dulu. Saya kurang disiplin dalam waktu, saya selalu belajar pada saat ada ulangan saja. Namun beruntungnya, pada saat kelas 2 semester 2 saya pindah sekolah ke Batam dan tinggal bersama kakak. Semuanya atas dasar permintaan kakak saya. Saya pun sangat tambah bersyukur, karena tinggal bersamanya menambah kedisiplinan saya. Disana saya disuruh belajar setiap hari. Pokonya pola hidup saya berubah total, yang asalnya lebih sering main daripada belajar, sekarang jadi lebih sering belajar dan les ketimbang main.

    Mungkin itu yang dapat saya ceitakan. Saya memetik hikmahnya bahwa keputusan orang tua dan keluaga itu sudah pasti yang terbaik buat kita, jangan perrnah menyesali apa yang telah terjadi dan yang terpenting adalah jangan pernah takut untuk mencoba..

    Jadilah seseorang yang berani!!!

     
  • fitri.adrianti10 8:03 am on 30 July 2010 Permalink | Reply  

    The Last Airbender 

    Air, Water, Earth, Fire. Four nations tied by destiny when the Fire Nation launches a brutal war against the others. A century has passed with no hope in sight to change the path of this destruction. Caught between combat and courage, Aang (Noah Ringer) discovers he is the loneAvatar with the power to manipulate all four elements. Aang teams with Katara (Nicola Peltz), a Waterbender, and her brother, Sokka (Jackson Rathbone), to restore balance to their war-torn world.

    Based on the hugely successful Nickelodeon animated TV series, the live-action feature film The Last Airbender is the opening chapter in Aang’s struggle to survive.?

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel